Spiritualitas Katolik

”Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

DOKUMEN – DOKUMEN KONSILI VATIKAN II ( 1662-1965 ) seri dekrit

Seri Dokumen: DEKRIT – DEKRIT KONSILI VATIKAN II ( 1662-1965 )

IM = Inter Mirifica: Dekrit tentang Upaya-Upaya Komunikasi Sosial, 4 Desember 1963
UN = Unitatis Redintegratio: Dekrit tentang Ekumenisme, 21  November t 1964
OE = Orientalium Ecclesiarum: Dekrit tentang Gereja-Gereja Timur Katolik,  21 November 1964
OT = Optatam Totius: Dekrit tentang Pembinaan Imam, 28  Oktober 1965
PC = Perfectae Caritatis: Dekrit tentang Pembaharuan dan Penyesuaian Hidup Religius, 28 Oktober  1965
CD = Christus Dominus: Dekrit tentang Tugas Pastoral para Uskup dalam Gereja, 28 Oktober 1965
AA = Apostolicam Actuositatem: Dekrit tentang Kerasulan Awam, 18 November  1965
PO = Presbyterorum Ordinis: Dekrit tentang Pelayanan dan Kehidupan para Imam, 7 Desember 1965
AG = Ad Gentes: Dekrit tentang Kegiatan Misioner Gereja,  7  Desember  1965

DEKRIT “INTER MIRIFICA” 
TENTANG UPAYA-UPAYA KOMUNIKASI SOSIAL

KOMUNIKASI SOSIALPENDAHULUAN
1.            Makna suatu ungkapan
2.            Mengapa Konsili membahas masalah komunikasi sosial

BAB I:     AJARAN GEREJA
3.            Tugas-kewajiban Gereja
4.            Hukum moral
5.            Hak dan informasi
6.            Kesenian dan moral
7.            Pemberitaan kejahatan moral
8.            Pendapat umum
9.            Kewajiban-kewajiban para pemakai media komunikasi sosial
10.          Kewajiban-kewajiban kaum muda dan para orang tua
11.          Kewajiban-kewajiban para penyelenggara
12.          Kewajiban-kewajiban pemerintah

BAB II:    KEGIATAN PASTORAL GEREJA
13.          Kegiatan para gembala dan umat beriman
14.          Prakarsa-prakarsa umat katolik
15.          Pembinaan para produsen
16.          Pembinaan para pemakai jasa
17.          Upaya-upaya teknis dan ekonomis
18.          Sekali setahun : hari komunikasi nasional
19.          Sekretariat pada Takhta suci
20.          Wewenang para Uskup
21.          Biro Nasional
22.          Organisasi-organisasi internasional

PENUTUP
23.          Instruksi pastoral
24.          Anjuran akhir

UNDUH PDF: 04-inter-mirifica 

DEKRIT “UNITATIS REDINTEGRATIO” 
TENTANG EKUMENISME

UNITATIS REDINTEGRATIOPENDAHULUAN

BAB I : PRINSIP-PRINSIP KATOLIK UNTUK EKUMENISME.

2.            Gereja yang satu dan tunggal
3.            Hubungan antara saudara-saudari yang terpisah dan Gereja katolik
4.            Ekumenisme

BAB II : PELAKSANAAN EKUMENISME

5.            Ekumenisme : tanggung jawab segenap umat beriman
6.            Pembaharuan Gereja
7.            Pertobatan hati
8.            Doa bersama
9.            Saling mengenal sebagai saudara
10.          Pembinaan ekumenis
11.          Cara mengungkapkan dan menguraikan ajaran iman
12.          Kerja sama dengan saudara-saudari yang terpisah

BAB III : GEREJA-GEREJA DAN JEMAAT GEREJAWI YANG TERPISAHKAN DARI TAKHTA APOSTOLIK DI ROMA

13.          Pendahuluan

I. Tinjauan khusus tentang Gereja-Gereja Timur

14.          Semangat dan sejarah Gereja-Gereja Timur
15.          Tradisi Liturgi dan hidup rohani dalam Gereja-Gereja Timur
16.          Ciri khas Gereja-Gereja Timur berkenaan dengan soal-soal ajaran
17.          Penutup

II.Gereja-Gereja dan jemaat-jemaat gerejawi yang terpisah di dunia Barat

19.          Situasi khusus Gereja-Gereja dan jemaat-jemaat
20.          Iman akan Kristus
21.          Pendalaman Kitab suci
22.          Hidup sakramental
23.          Kehidupan dalam Kristus
24.          Penutup

UNDUH PDF: 07-unitatis-redintegratio

DEKRIT “ORIENTALIUM ECCLESIARUM” 
TENTANG GEREJA-GEREJA KATOLIK

1.  Pendahuluan

Gereja-gereja khusus atau ritus-ritus

2.            Kemacam-ragaman dalam persekutuan Gereja katolik
3.            Kesamaan martabat, hak-hak dan kewajiban-kewajiban
4.            Kelestarian Ritus-Ritus dalam suatu persekutuan

Melestarikan pusaka rohani Gereja-Gereja Timur

5.            Hak serta kewajiban Gereja-Gereja untuk melestarikan tata-laksana masing-masing
6.            Melestarikan upacara-upacara Liturgis Ritus Timur

Para Patriark Timur

7.            Siapa Patriark Timur itu?
8.            Semua Patriark sederajat martabatnya
9.            Wewenang Patriark dan sinode
10.          Uskup Agung Utama
11.          Didirikan patriarkat-patriarkat baru sejauh perlu

Tata-laksana Sakramen-Sakramen

12.          Konsili mengukuhkan tata-laksana Sakramen-Sakramen
13.          Pelayanan Sakramen Krisma
14.          Penerimaan Sakramen Krisma
15.          Ekaristi suci
16.          Pelayanan Sakramen Tobat
17.          Diakonat dan tahbian-tahbisan tingkat rendah
18.          Pernikahan campur

Liturgi

19.          Hari-hari raya
20.          Hari raya Paska
21.          Penyesuaian diri dengan Ritus setempat
22.          Pujian Ilahi (ibadat harian)
23.          Penggunaan bahasa daerah

Pergaulan dengan para anggota Gereja-Gereja yang terpisah

24.          Memelihara persekutuan menurut Dekrit tentang Ekumenisme
25.          Syarat untuk kesatuan; kewenangan menjalankan kuasa Tahbisan
26-28      “Communicatio in sacris”
29.          Bimbingan para Hirark setempat
30.          Penutup

UNDUH PDF: 06-orientalium-ecclesiarum

DEKRIT “OPTATAM TOTIUS”

TENTANG PEMBINAAN IMAM

PEMBINAAN IMAM OPTATAM TOTIUSPENDAHULUAN

I.   Penyusunan metode pembinaan imam disetiap negara

II.  Pengembangan panggilan imam secara lebih intensif
III. Tata-laksana Seminari-seminari tinggi

4.            Seluruh pembinaan harus berhubungan erat dengan tujuan pastoral
5.            Para pembimbing seminari hendaknya dipilih dengan saksama dan dibina secara efektif
6.            Penyaringan dan pengujian para seminaris
7.            Seminari hendaknya diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan para seminaris

IV. Pembinaan rohani yang lebih intensif

8.            Belajar hidup dalam persekutuan dengan Allah Tritunggal
9.            Belajar membaktikan diri dalam Gereja
10.          Belajar menghayati selibat imam
11.          Menuju kedewasaan kepribadian
12.          Waktu untuk pembinaan rohani yang lebih intensif; masa pembinaan pastoral

V. Peninjauan kembali studi gerejawi

13.          Studi persiapan untuk studi gerejawi
14.          Studi gerejawi hendaknya lebih diserasikan
15.          Peninjauan kembali studi filsafat
16.          Peningkatan studi teologi
17.          Metode pendidikan yang cocok dalam pelbagai vak
18.          Studi khusus bagi mereka yang berbakat tinggi

VI. Pembinaan pastoral

19.          Pembinaan dalam pelbagai bentuk reksa pastoral
20.          Pembinaan untuk pengembangan kerasulan
21.          Melatih diri melalui praktek pastoral

VII.     Pembinaan seusai studi

PENUTUP

UNDUH PDF10-optatam-totius

DEKRIT “PERFECTAE CARITATIS” 
TENTANG PEMBAHARUAN DAN PENYESUAIAN HIDUP RELIGIUS

Pembaharuan dan Penyesuaian Hidup Religius

1.            Pendahuluan
2.            Asas-asas umum untuk mengadakan pembaharuan yang sesuai
3.            Norma-norma praktis pembaharuan yang disesuaikan
4.            Mereka yang harus melaksanakan pembaharuan
5.            Unsur-unsur yang umum pada pelbagai bentuk hidup religius
6.            Hidup rohani harus diutamakan
7.            Tarekat-tarekat yang seutuhnya terarah kepada kontemplasi
8.            Tarekat-tarekat yang bertujuan kerasulan
9.            Kelestarian hidup monastik konventual
10.          Hidup religius kaum awam
11.          Serikat-serikat sekular
12.          Kemurnian
13.          Kemiskinan
14.          Ketaatan
15.          Hidup bersama
16.          Pingitan / klausura para rubiah
17.          Busana religius
18.          Pembinaan para anggota
19.          Pendirian tarekat-tarekat baru
20.          Bagaimana melestarikan, menyesuaiakan atau meninggalkan karya khusus tarekat

21.          Tarekat-tarekat dan biara-biara yang mengalami kemerosotan
22.          Perserikatan antara tarekat-tarekat religius
23.          Konferensi para Pemimpin tinggi
24.          Panggilan religius
25.          Penutup

UNDUH PDF: 09-perfectae-caritate

DEKRIT “CHRISTUS DOMINUS”

TENTANG TUGAS PASTORAL PARA USKUP DALAM GEREJA

Tugas Pastoral para Uskup dalam GerejaPENDAHULUAN

BAB I :    PARA USKUP DAN GEREJA SEMESTA

I. Peranan para Uskup terhadap Gereja semesta

4.            Pelaksanaan kekuasaan oleh Dewan para Uskup
5.            Majelis atau sinode para Uskup
6.            Para Uskup ikut serta memperhatikan semua Gereja-Gereja
7.            Cinta kasih yang nyata terhadap para Uskup yang dianiaya

II. Para Uskup dan Takhta suci

8.            Kuasa para Uskup dalam keuskupan mereka sendiri
9.            Konggregasi-konggregasi dalam Kuria Romawi
10.          Para anggota dan para pejabat konggregasi-konggregasi

BAB II :   PARA USKUP DAN GEREJA-GEREJA KHUSUS ATAU KEUSKUPAN-KEUSKUPAN

I.  Para Uskup diosesan

11.          Faham “diosis” atau keuskupan, dan peranan para Uskup dalam keuskupan mereka
12.          Tugas mengajar
13.          Cara menyajikan ajaran Kristen
14.          Pendidikan kateketis
15.          Tugas para Uskup untuk menguduskan
16.          Tugas penggembalaan Uskup
17.          Bentuk-bentuk khusus kerasulan
18.          Keprihatinan khusus terhadap kelompok-kelompok umat tertentu
19.          Kebebasan para Uskup, hubungan mereka dengan Pemerintah
20.          Kebebasan dalam pengangkatan para Uskup
21.          Pengunduran diri Uskup dari jabatannya

II. Penentuan batas-batas keuskupan

22.          Perlunya meninjau kemabali batas-batas keuskupan
23.          Peraturan-peraturan yang harus dipatuhi
24.          Diperlukan pendapat Konferensi Uskup

III.  Para rekan sekerja Uskup diosesan dalam reksa pastoral

1. Para Uskup Koajutor dan Auksilier

25.          Peraturan-peraturan untuk mengangkat Uskup koajutor dan Auksilier
26.          Wewenang Uskup Auksilier dan Koajutor

2. Kuria dan Panitia-Panitia Keuskupan

27.          Organisasi Kuria Keuskupan dan pembentukan Panitia Pastoral

3.  Klerus Diosesan

28.Para imam disesan
29.          Para imam yang menjalankan karya antar paroki
30.          Para pastor paroki
31.          Penunjukan, pemindahan, pemberhentian dan pengunduran diri pastor paroki
32.          Pembubaran dan pengubahan paroki

4. Para Religius

33.          Para religius dan karya-karya kerasulan
34.          Para religius rekan sekerja Uskup dalam karya kerasulan
35.          Asas-asas kerasulan para religius dalam keuskupan

BAB III : KERJASAMA PARA USKUP DEMI KESEJAHTERAAN UMUM BERBAGAI GEREJA

I. Sinode, Konsili, dan Khususnya Konferensi Uskup

36.          Sinode dan Konsili khusus
37.          Pentingnya Konferensi Uskup
38.          Hakekat, wewenang dan kerjasama Konferensi-Konferensi

II.Penentuan batas-batas Provinsi-Provinsi gerejawi dan penetapan kawasan-kawasan gerejawi

39.          Prinsip untuki meninjau kembali batas-batas yang telah ditetapkan
40.          Beberapa pedoman yang harus yang harus dipatuhi
41.          Perlu dimintakan pandangan Konferensi-Konferensi Uskup

III. Para Uskup yang menjalankan tugas antar keuskupan

42.          Pembentukan biro-biro khusus dan kerjasama dengan para Uskup
43.          Vikariat Angkatan Bersenjata
44.          KETETAPAN UMUM

 UNDUH PDF: 08-christus-dominus

DEKRIT “APOSTOLICAM ACTUOSITATEM”
TENTANG KERASULAN AWAM

kerasulan awam - aksi sosial ke panti asuhan widya kasih
PENDAHULUAN

BAB I : PANGGILAN KAUM AWAM UNTUK MERASUL

2.            Keikut-sertaan awam dalam perutusan Gereja
3.            Asas-asas kerasulan awam
4.            Spiritualitas awam dalam tata kerasulan

BAB II :   TUJUAN-TUJUAN YANG HARUS DICAPAI

5.            Pendahuluan
6.            Kerasulan dimaksudkan untuk mewartakan Injil dan menyucikan umat manusia
7.            Pembaharuan tata dunia secara kristen
8.            Amal kasih, meterai kerasulan kristen

BAB III :  PELBAGAI BIDANG KERASULAN

9.            Pendahuluan
10.          Jemaat-jemaat gerejawi
11.          Keluarga
12.          Kaum muda
13.          Lingkungan sosial
14.          Bidang-bidang nasional dan internasional

BAB IV : BERBAGAI CARA MERASUL
15.          Pendahuluan
16.          Pentingnya aneka bentuk kerasulan perorangan
17.          Kerasulan awam dalam situasi-situasi tertentu
18.          Pentingnya kerasulan yang terpadu
19.          Aneka bentuk kerasulan terpadu
20.          “Aksi Katolik”
21.          Pengharapan terhadap organisasi-organisasi
22.          Kaum awam yang secara istimewa berbakti kepada gereja

BAB V :   TATA-TERTIB YANG HARUS DIINDAHKAN

23.          Pendahuluan
24.          Hubungan-hubungan dengan hirarki
25.          Bantuan para imam bagi kerasulan awam
26.          Upaya-upaya yang berguna bagi kerja sama
27.          Kerja sama dengan umat kristen dan umat beragama lain

BAB VI :  PEMBINAAN UNTUK MERASUL

28.          Perlunya pembinaan untuk merasul
29.          Dasar-dasar pembinaan awam untuk kerasulan
30.          Mereka yang wajib membina sesama untuk kerasulan
31.          Upaya-upaya yang digunakan

AJAKAN

UNDUH PDF: 14-apostolicam-actuositatem

DEKRIT “PRESBYTERORUM ORDINIS”
TENTANG PELAYANAN DAN KEHIDUPAN PARA IMAM

Pelayanan dan Kehidupan para ImamPENDAHULUAN

BAB I :    IMAMAT DALAM PERUTUSAN GEREJA

2.            Hakekat imam
3.            Situasi para imam di dunia

BAB II :   PELAYANAN PARA IMAM

Fungsi para imam

4.            Para imam, pelayan sabda Allah
5.            Para imam, pelayan Sakramen-Sakramen dan Ekaristi
6.            Para imam, pemimpin umat Allah

Hubungan para imam dengan sesama

7.            Hubungan para Uskup dengan para imam
8.            Persatuan persaudaraan dan kerja sama antara para imam
9.            Hubungan para imam dengan kaum awam

Penyebaran para imam dan panggilan-panggilan imam

10.          Penyebaran para imam
11.          Usaha para imam untuk mendapat panggilan-panggilan imam

BAB III :  KEHIDUPAN PARA IMAM

I. Panggilan para imam untuk kesempurnaan

12.          Panggilan para imam untuk kesucian
13.          Pelaksanaan ketiga fungsi imamat menuntut dan sekaligus mendukung kesucian
14.          Keutuhan dan keselarasan kehidupan para imam

II. Tuntutan-tuntutan rohani yang khas dalam kehidupan imam

15.          Kerendahan hati dan ketaatan
16.          Selibat : diterima dan dihargai sebagai kurnia
17.          Sikap terhadap dunia dan harta duniawi. Kemiskinan sukarela

III. Upaya-upaya yang mendukung kehidupan para imam

18.          Upaya-upaya untuk mengembangkan hidup rohani
19.          Studi dan ilmu pastoral
21.          Balas jasa yang wajar bagi para imam
22.          Pembentukan kas umu, dan pengadaan jaminan sosial bagi para imam

KATA PENUTUP DAN AJAKAN

UNDUH PDF: 17-presbyterorum-ordinis

DEKRIT “AD GENTES”
TENTANG KEGIATAN MISIONER GERAJA

AD GENTES Kegiatan Misioner Gereja

PENDAHULUAN

BAB I: ASAS-ASAS AJARAN

2.            Rencana Bapa
3.            Perutusan Putera
4.            Perutusan Roh Kudus
5.            Gereja diutus oleh Kristus
6.            Kegiatan misioner
7.            Alasan dan perlunya kegiatan misioner
8.            Kegiatan misioner dalam hidup dan sejarah umat manusia
9.            Sifat eskatologis kegiatan misioner

BAB II :   KARYA MISIONER SENDIRI

10.          Pendahuluan

Art I. Kesaksian kristen

11.          Kesaksian hidup dan dialog
12.          Kehadiran cinta kasih

Art II. Pewartaan Injil dan penghimpunan umat Allah

13.          Pewartaan Injil dan pertobatan
14.          Katekumenat dan inisiasi kristen

Art III. Pembinaan jemaat kristen

15.          Pembinaan jemaat kristen
16.          Pengadaan klerus setempat
17.          Pendidikan para katekis
18.          Pengembangan hidup religius

BAB III :  GEREJA-GEREJA KHUSUS

19.          Kemajuan Gereja-Gereja muda
20.          Kegiatan misioner Gereja-Gereja khusus
21.          Pengembangan kerasulan awam
Kemacam-ragaman dalam kesatuan

BAB IV :  PARA MISIONARIS

23.          Panggilan misioner
24.          Spiritualitas misioner
25.          Pembinaan rohani dan moral
26.          Pembinaan dalam ajaran dan kerasulan
27.          Lembaga-lembaga yang berkarya di daerah-daerah misi

BAB V :   PENGATURAN KARYA MISIONER

28.          Pendahuluan
29.          Organisasi umum
30.          Organisasi setempat di daerah Misi
31.          Koordinasi pada tingkat Regio
32.          Organisasi kegiatan Lembaga-Lembaga
33.          Koordinasi antara Lembaga-Lembaga
34.          Koordinasi antara Lembaga-Lembaga ilmiah

BAB VI :  KERJA SAMA

35.          Pendahuluan
36.          Kewajiban misioner segenap umat Allah
37.          Kewajiban misioner jemaat-jemaat kristen
38.          Kewajiban misioner para imam
39.          Kewajiban misioner tarekat-tarekat religius
40.          Kewajiban misioner kaum awam

PENUTUP

UNDUH PDF:  16-ad-gentes

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Oktober 10, 2012 by in Magisterium, Sejarah Gereja.
%d blogger menyukai ini: