Spiritualitas Katolik

”Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

DOKUMEN – DOKUMEN KONSILI VATIKAN II ( 1662-1965 ) seri konstitusi

DOKUMEN – DOKUMEN KONSILI VATIKAN II ( 1662-1965 ) Seri: Konstitusi

SC = Sacrosanctum Concilium: Konstitusi tentang Liturgi Suci, 4 Desember 1963
LG = Lumen Gentium: Konstitusi dogmatis tentang Gereja, 21 November 1964
DV = Dei Verbum: Konstitusi dogmatis tentang Wahyu Ilahi, 18 November 1965
GS = Gaudium et Spes: Konstitusi Pastoral Gereja dalam Dunia Modern, 7 Desember 1965

konsili vatikan ii
KONSTITUSI “SACROSANCTUM CONCILIUM”                                        TENTANG LITURGI SUCI

PENDAHULUAN
BAB I : ASAS-ASAS UMUM UNTUK MEMBAHARUI DAN
MENGEMBANGKAN LITURGI
I. Hakekat dan Makna Liturgi Suci Dalam Kehidupan Gereja
5. Karya keselamatan dilaksanakan oleh Kristus
6. Karya keselamatan, yang dilestarikan oleh Gereja, terlaksana dalam liturgi
7. Kehadiran Kristus dalam Liturgi
8. Liturgi di dunia ini dan Liturgi di sorga
9. Liturgi bukan satu-satunya kegiatan Gereja
10. Liturgi puncak dan sumber kehidupan Gereja
11. Perlunya persiapan pribadi
12-13 Liturgi dan ulah kesalehan

II. Pendidikan Liturgi dan Keikut-sertaan aktif
14. Pendahuluan
15. Pembinaan para dosen Liturgi
16-18 Pendidikan Liturgi kaum Rohaniwan
19. Pembinaan Liturgis kaum beriman
20. Sarana-sarana audio-visual dan perayaan Liturgi

III. Pembaharuan Liturgi
21. Pendahuluan
A. Kaidah-kaidah umum
22. Pengaturan Liturgi
23. Tradisi dan perkembangan
24. Kitab suci dan Liturgi
25. Peninjauan kembali buku-buku Liturgi
B. Kaidah-kaidah berdasarkan hakekat Liturgi sebagai tindakan Hirarki dan jemaat
26. Liturgi sebagai perayaan Gereja
27. Perayaan bersama
28-29 Martabat perayaan
30-31 Keikut-sertaan aktif umat beriman
32. Liturgi dan kelompok-kelompok sosial
C. Kaidah-kaidah berdasarkan sifat pembinaan dan pastoral Liturgi
33. Pendahuluan
34. Keserasian upacara-upacara
35. Kitab suci, pewartaan dan katekese dalam Liturgi
36. Bahasa Liturgi
D. Kaidah-kaidah untuk menyesuaikan Liturgi dengan tabiat perangai dan tradisi bangsa-bangsa
37. Gereja memelihara kekayaan bangsa-bangsa
38. Penyesuaian dan tuntutan masa dan tempat
39. Batas-batas penyesuaian
40. Penyesuaian Liturgi, terutama di daerah misi

IV. Pembinaan kehidupan Liturgi dalam keuskupan dan paroki
41. Kehidupan Liturgi dalam keuskupan
42. Kehidupan Liturgi dalam paroki
V. Pengembangan pastoral Liturgi
43. Pembaharuan Liturgi, rahmat Roh Kudus
44. Komisi Liturgi nasional
45. Komisi Liturgi keuskupan
46. Komisi-komisi musik dan kesenian Liturgi
BAB II : MISTERI EKARISTI SUCI
47. Ekaristi suci dan misteri Paska
48-49 Keikut-sertaan aktif kaum beriman
50. Peninjauan kembali Tata Perayaan Ekaristi
51. Supaya Ekaristi diperkaya dengan sabda Kitab suci
52. Homili
53. Doa umat
54. Bahasa Latin dan bahasa pribumi dalam perayaan Ekaristi
55. Komuni suci, puncak keikut-sertaan dalam Misa suci, Komuni dua rupa
56. Kesatuan Misa
57-58 Konselebrasi
BAB III : SAKRAMEN-SAKRAMEN LAINNYA & SAKRAMENTALI
59. Hakekat sakramen
60. Sakramentali
61. Nilai pastoral Liturgi, hubungannya dengan misteri Paska
62. Perlunya meninjau kembali upacara Sakramen-Sakramen
63. Bahasa; rituale Romawi dan rituale khusus
64. Katekumenat
65. Inkulturasi inisiasi
66. Peninjauan kembali upacara babtis
67. Peninjauan kembali upacara pembabtisan kanak-kanak
68. Upacara pembabtisan yang singkat
69. Upacara pelengkap
70. Pemberkatan air babtis
71. Peninjauan kembali Sakramen Krisma
72. Peninjauan kembali upacara tobat
73. Peninjauan kembali upacara Pengurapan Orang Sakit
74. Upacara berkesinambungan untuk orang sakit
75. Upacara pengurapan Orang Sakit
76. Peninjauan kembali Sakramen Tahbisan
77. Peninjauan kembali Sakramen Perkawinan
78. Perayaan perkawinan
79. Peninjauan kembali sakramentali
80. Pengikraran kaul religius
81. Peninjauan kembali upacara pemakaman
82. Upacara penguburan anak-anak
BAB IV : IBADAT HARIAN
83-85 Ibadat harian, karya Kristus dan Gereja
86-87 Nilai pastoral Ibadat Harian
88-89 Peninjauan kembali pembagian waktu Ibadat menurut tradisi
90. Ibadat harian, sumber kesalehan
91. Pembagian mazmur-mazmur
92. Penyusunan bacaan-bacaan
93. Peninjauan kembali madah-madah
94. Saat mendoakan Ibadat Harian
95-97 Kewajiban mendoakan Ibadat harian
98. Pujian kepada Allah dalam tarekat-tarekat religius
99. Ibadat Harian bersama
100. Keikut-sertaan umat beriman
101. Bahasa
BAB V : TAHUN LITURGI
102-105 Makna tahun Liturgi
106. Makna hari Minggu ditekankan lagi
107-108 Peninajauan kembali tahun Liturgi
109-110 Masa Prapaska
111. Pesta para kudus
BAB VI : MUSIK LITURGI
112. Matabat musik Liturgi
113. Liturgi meriah
114. Umat beriman diharapkan berperan serta
115. Pendidikan musik
116. Nyanyian Gregorian dan Polifoni
117. Penerbitan buku-buku nyanyian Gregorian
118. Nyanyian rohani umat
119. Musik Liturgi di daerah-daerah Misi
120. Orgel dan alat-alat musik lainnya
121. Panggilan para pengarang musik
BAB VII : KESENIAN RELIGIUS DAN PERLENGKAPAN IBADAT
122. Martabat kesenian religius
123. Corak-corak artistik
124. Karya-karya seni yang menyinggung cita rasa keagamaan
125. Gambar-gambar dan patung-patung
126. Panitia keuskupan untuk Kesenian Liturgi
127. Pembinaan para seniman
128. Peninjauan kembali peraturan tentang kesenian ibadat
129. Pembinaan kesenian bagi kaum rohaniwan
130. Penggunaan lambang-lambang jabatan Uskup
LAMPIRAN :
Pernyataan Konsili Ekumenis Vatikan II tentang Peninjauan Kembali Penanggalan Liturgi

UNDUH PDF : 03-sacrosanctum-concilium

—————————————————————————————————————————————————-



KONSTITUSI DOGMATIS “LUMEN GENTIUM”                                        
TENTANG GEREJA

BAB I: MISTERI GEREJA
1.            Pendahuluan
2.            Rencana Bapa yang bermaksud menyelamatkan semua orang
3.            Perutusan Putera
3.            Roh Kudus yang menguduskan Gereja
4.            Kerajaan Allah
5.            Aneka gambaran Gereja
6.            Gereja, Tubuh mistik Kristus
7.            Gereja yang kelihatan dan sekaligus rohani

BAB II: UMAT ALLAH

9.            Perjanjian Baru dan Umat Baru
10.          Imamat umum
11.          Pelaksanaan imamat umum dalam Sakramen-Sakramen
12.          Perasaan iman dan karisma-karisma umat kristiani
13.          Sifat umum dan katolik Umat Allah yang Satu
14.          Umat beriman katolik
15.          Hubungan Gereja dengan orang kristen bukan katolik
16.          Umat bukan kristen
17.          Sifat misioner Gereja

BAB III: SUSUNAN HIRARKIS GEREJA, KHUSUSNYA EPISKOPAT

18.          Pendahuluan
19.          Dewan para Rasul didirikan oleh Kristus
20.          Para Uskup pengganti para Rasul
21.          Sakramentalitas episkopat
22.          Dewan para Uskup dan Ketuanya
23.          Uskup setempat dan Gereja universal
24.          Tugas para Uskup pada umumnya
25.          Tugas mengajar
26.          Tugas menguduskan
27.          Tugas menggembalakan
28.          Para imam biasa
29.          Para diakon

BAB IV:   PARA AWAM

30.          Prakata
31.          Apa yang dimaksud dengan istilah “awam”
32.          Martabat kaum awam sebagai anggota umat Allah
33.          Hidup kaum awam berhubungan dengan keselamatan dan kerasulan
34.          Keikut-sertaan kaum awam dalam imamat umum dan ibadat
35.          Keikut-sertaan kaum awam dalam tugas kenabian Kristus
36.          Keikut-sertaan kaum awam dalam pengabdian rajawi Kristus
37.          Hubungan kaum awam dengan Hirarki
38.          Penutup

BAB V :   PANGGILAN UMUM UNTUK KESUCIAN DALAM GEREJA

39.          Prakata
40.          Panggilan umum untuk kesucian
41.          Bentuk pelaksanaan kesucian
42.          Jalan dan upaya kesucian

BAB VI :  PARA RELIGIUS

43.          Pengikraran nasehat-nasehat Injil dalam Gereja
44.          Makna dan arti hidup religius
45.          Hubungan para religius dengan Hirarki
46.          Penghargaan terhadap hidup religius
47.          Penutup

BAB VII : SIFAT ESKATOLOGIS GEREJA MUSAFIR DAN PERSATUANNYA DENGAN GEREJA DI SORGA

48.          Pendahuluan
49.          Persekutuan antara Gereja di sorga dan Gereja di dunia
50.          Hubungan antara Gereja didunia dan Gereja di sorga
51.          Beberapa pedoman pastoral

BAB VIII : SANTA PERAWAN MARIA BUNDA ALLAH DALAM MISTERI KRISTUS DAN GEREJA

I. Pendahuluan

52.          Santa Perawan dalam misteri Kristus
53.          Santa Perawan dan Gereja
54.          Maksud Konsili

II. Peran Santa Perawan dalam tata keselamatan

55.          Bunda Almasih dalam Perjanjian Lama
56.          Maria menerima warta gembira
57.          Santa Perawan dan kanak-kanak Yesus
58.          Santa Perawan dan hidup Yesus dimuka umum
59.          Santa Perawan sesudah Yesus naik ke sorga

III. Santa Perawan dan Gereja

60-62      Maria hamba Tuhan
63-64      Maria pola Gereja
65.          Keutamaan-keutamaan Maria, pola bagi Gereja

IV. Kebaktian kepada Santa Perawan dalam Gereja

66.          Makna dan dasar bakti kepada Santa Perawan
67.          Semangat mewartakan sabda dan kebaktian kepada Santa Perawan

V. Maria, tanda harapan yang pasti dan penghiburan bagi umat Allah
68-69      ……………………………………………………………………………………..

PENGUMUMAN OLEH SEKRETARIS JENDRAL KONSILI

1.            Kadar teologis Konstitusi “De Ecclesia”
2.            Arti kolegialitas

CATATAN PENJELASAN PENDAHULUAN

UNDUH PDF: 05-lumen-gentium

—————————————————————————————————————————————————-

KONSTITUSI DOGMATIS “DEI VERBUM”
TENTANG WAHYU ILAHI

PENDAHULUAN

BAB I : TENTANG WAHYU SENDIRI

2.            Hakekat wahyu
3.            Persiapan wahyu Injili
4.            Kristus kepenuhan wahyu
5.            Menerima wahyu dalam iman
6.            Kebenaran-kebenaran yang diwahyukan

BAB II : MENERUSKAN WAHYU ILAHI

7.            Para Rasul dan pengganti mereka sebagai pewarta Injil
8.            Tradisi suci
9.            Hubungan antara Tradisi dan Kitab suci
10.          Hubungan keduanya dengan seluruh Gereja dan Magisterium

BAB III :ILHAM ILAHI KITAB SUCI DAN PENAFSIRAN

11.          Fakta ilham dan kebenaran Kitab suci
12.          Bagaimana Kitab suci harus ditafsirkan
13.          Turunnya Allah

BAB IV :  PERJANJIAN LAMA

14.          Sejarah keselamatan dalam kitab-kitab Perjanjian Lama
15.          Arti Perjanjian Lama untuk umat kristen
16.          Kesatuan antara kedua perjanjian

BAB V :  PERJANJIAN BARU

17.          Keluhuran Perjanjian Baru
18.          Asal-usul Injil dari para Rasul
19.          Sifat historis Injil
20.          Kitab-kitab Perjanjian Baru lainnya

BAB VI : KITAB SUCI DALAM KEHIDUPAN GEREJA

21.          Gereja menghormati kitab-kitab suci
22.          Dianjurkan terjemahan-terjemahan yang tepat
23.          Tugas kerasulan para ahli katolik
24.          Pentingnya Kitab suci bagi teologi
25.          Dianjurkan pembacaan Kitab suci
26.          Akhir kata

UNDUH PDF: 13-dei-verbum

—————————————————————————————————————————————————-

KONSTITUSI PASTORAL “GAUDIUM ET SPES”
TENTANG GEREJA DALAM DUNIA MODERN

PENDAHULUAN

1.            Hubungan erat antara Gereja dan segenap keluarga bangsa-bangsa
2.            Kepada siapa amanat Konsili ditujukan?
3.            Pengabdian kepada manusia

PENJELASAN PENDAHULUAN : KENYATAAN MANUSIA DI DUNIA MASA KINI

4.            Harapan dan kegelisahan
5.            Perubahan situasi yang mendalam
6.            Perubahan-perubahan dalam tata masyarakat
7.            Perubahan-perubahan psikologis, moral dan keagamaan
8.            Berbagai ketidak-seimbangan dalam dunia sekarang
9.            Aspirasi-aspirasi umat manusia yang makin universal
10.          Pertanyaan-pertanyaan mendalam umat manusia

BAGIAN I : GEREJA DAN PANGGILAN MANUSIA

11.          Menanggapi dorongan Roh Kudus

BAB I :    MARTABAT PRIBADI MANUSIA

12.          Manusia diciptakan menurut gambar Allah
13.          Dosa manusia
14.          Kodrat manusia
15.          Martabat akalbudi,  kebenaran dan kebijaksanaan
16.          Martabat hati nurani
17.          Keluhuran kebebasan
18.          Rahasia maut
19.          Bentuk-bentuk dan akar-akar ateisme
20.          Ateisme sistematis
21.          Sikap Gereja menghadapi ateisme
22.          Kristus Manusia Baru

BAB II :   MASYARAKAT MANUSIA

23.          Maksud Konsili
24.          Sifat kebersamaan panggilan manusia dalam rencana Allah
25.          Pribadi manusia dan masyarakat manusia saling tergantung
26.          Memajukan kesejahteraan umum
27.          Sikap hormat terhadap pribadi
28.          Sikap hormat dan cinta kasih terhadap lawan
29.          Kesamaan hakiki antara semua orang dan keadilan sosial
30.          Etika individualis harus diatasi
31.          Tanggung jawab dan keikut-sertaan
32.          Sabda yang menjelma dan solidaritas manusia

BAB III : KEGIATAN MANUSIA DISELURUH DUNIA

33.          Masalah-persoalannya
34.          Nilai kegiatan manusiawi
35.          Norma kegiatan manusia
36.          Otonomi hal-hal duniawi yang sewajarnya
37.          Kegiatan manusia dirusak karena dosa
38.          Dalam misteri Paska kegiatan manusia mencapai kesempurnaannya
39.          Bumi baru dan langit baru

BAB IV : PERANAN GEREJA DALAM DUNIA JAMAN SEKARANG

40.          Hubungan timbal balik antara Gereja dan dunia
41.          Bantuan yang oleh Gereja mau diberikan kepada setiap orang
42.          Bantuan yang diusahakan oleh Gereja untuk diberikan kepada masyarakat manusia
43.          Bantuan yang diusahakan oleh Gereja melalui umat Kristen bagi kegiatan manusiawi
44.          Bantuan yang diperoleh Gereja dari dunia jaman sekarang
45.          Kristus, Alfa dan Omega

BAGIAN II : BEBERAPA MASALAH YANG AMAT MENDESAK

PENDAHULUAN

BAB I : MARTABAT PERKAWINAN DALAM KELUARGA

47.          Perkawinan dan keluarga dalam dunia jaman sekarang
48.          Kesucian perkawinan dalam keluarga
49.          Cinta kasih suami-istri
50.          Kesuburan perkawinan
51.          Penyelarasan cinta kasih suami-istri dengan sikap hormat terhadap hidup manusiawi
52.          Pengembangan perkawinan dan keluarga merupakan tugas semua orang

BAB II : PENGEMBANGAN KEBUDAYAAN

Pendahuluan

Art I Situasi kebudayaan pada jaman sekarang

54.          Pola-pola hidup yang baru
55.          Manusia pencipta kebudayaan
56.          Kesukaran-kesukaran dan tugas-tugas

Art II Berbagai kaidah untuk dengan tepat mengembangkan kebudayaan

57.          Iman dan kebudayaan
58.          Hubungan antara Warta Gembira tentang Kristus dan kebudayaan manusia
59.          Mewujudkan keserasian berbagai nilai dalam pola-pola kebudayaan

Art III  Beberapa tugas umat kristen yang cukup mendesak tentang kebudayaan

60.          Hak atas buah-hasil kebudayaan hendaknya diakui oleh semua dan diwujudkan secara nyata
61.          Pendidikan untuk kebudayaan manusia seutuhnya
62.          Menyelaraskan kebudayaan manusia dan masyarakat dengan pendidikan kristen

BAB III:   KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI
63.          Beberapa segi kehidupan ekonomi

Art I Perkembangan ekonomi

64.          Perkembangan ekonomi melayani manusia
65.          Kemajuan ekonomi dikendalikan oleh manusia
66.          Perbedaan-perbedaan besar dibidang sosial ekonomi perlu disingkirkan

Art II  Beberapa prinsip yang mengatur seluruh kehidupan sosial ekonomi

67.          Kerja, Persyaratan kerja, istirahat
68.          Peran-serta dalam tanggung jawab atas perusahaan dan seluruh pengaturan perekonomian; konflik-konflik mengenai kerja
69.          Harta-benda bumi diperuntukkan bagi semua orang
70.          Penanaman modal dan masalah moneter
71.          Soal memperoleh harta-milik dan milik perorangan; masalah tuan tanah
72.          Kegiatan sosial ekonomi dan Kerajaan Kristus

BAB IV:   HIDUP BERNEGARA

73.          Kehidupan umum jaman sekarang
74.          Hakekat dan tujuan negara
75.          Kerja sama semua orang dalam kehidupan umum
76.          Negara dan gereja

BAB V:    USAHA DEMI PERDAIAN DAN PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN BANGSA-BANGSA

Pendahuluan

78.          Hakekat perdamaian

Art I Menghindari perang

79.          Keganasan perang harus dikendalikan
80.          Perang total
81.          Perlombaan senjata
82.          Larangan mutlak terhadap perang, dan kegiatan internasional untuk mencegah perang

Art II Pembangunan masyarakat internasional

83.          Sebab-musabab perpecahan dan cara mengatasinya
84.          Persekutuan bangsa-bangsa dan lembaga-lembaga internasional
85.          Kerja sama internasional dibidang ekonomi
86.          Beberapa pedoman yang sesuai untuk jaman sekarang
87.          Kerja sama internasional sehubungan dengan pertambahan penduduk
88.          Peranan umat kristen dalam pemberian bantuan
89.          Kehadiran Gereja yang efektif dalam masyarakat internasional
90.          Peranan orang-orang kristen dalam lembaga-lembaga internasional

PENUTUP

91.          Tugas setiap orang beriman dan Gereja-Gereja khusus
92.          Dialog antara semua orang
93.          Membangun dunia dan mengarahkannya kepada tujuannya

INDEKS ANALITIS

LAMPIRAN

  1. BEBERAPA PERISTIWA PENTING SELAMA KONSILI VATIKAN II
  2. KONSILI-KONSILI EKUMENIS

UNDUH PDF: 18-gaudium-et-spes

*Seri berikutnya tentang “DEKRIT*

IM = Inter Mirifica: Dekrit tentang Upaya-Upaya Komunikasi Sosial, 4 Desember 1963
UN = Unitatis Redintegratio: Dekrit tentang Ekumenisme, 21  November t 1964
OE = Orientalium Ecclesiarum: Dekrit tentang Gereja-Gereja Timur Katolik,  21 November 1964
OT = Optatam Totius: Dekrit tentang Pembinaan Imam, 28  Oktober 1965
PC = Perfectae Caritatis: Dekrit tentang Pembaharuan dan Penyesuaian Hidup Religius, 28 Oktober  1965
CD = Christus Dominus: Dekrit tentang Tugas Pastoral para Uskup dalam Gereja, 28 Oktober 1965
AA = Apostolicam Actuositatem: Dekrit tentang Kerasulan Awam, 18 November  1965
PO = Presbyterorum Ordinis: Dekrit tentang Pelayanan dan Kehidupan para Imam, 7 Desember 1965
AG = Ad Gentes: Dekrit tentang Kegiatan Misioner Gereja,  7  Desember  1965

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Oktober 7, 2012 by in Magisterium, Sejarah Gereja and tagged , .
%d blogger menyukai ini: