Spiritualitas Katolik

”Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

Credo / Syahadat Pendek/ Syahadat Para Rasul

Aku percaya akan Allah, Bapa yang Mahakuasa, pencipta langit dan Bumi
Penggunaan kata aku
Kenapa penggunaan kata aku, tidak kami, tidak saya, tidak kita. Kata aku dan saya adalah sama-sama sebagai kata ganti orang ketiga bentuk tunggal, sedangkan kami adalah bentuk jamaknya.
kata saya berasal dari kata sahaya yang berarti hamba, abdi, budak. Tetapi kata saya lebih hormat bentuknya daripda kata aku, yang umumnya diucapkan seorang yang lebih rendah kedudukannya dibanding lawan bicaranya (misalnya bawahan berbicara kepada atasan).
Struktur Vertikal/jenjang tingkatan hubungan nampak bila menggunakan kata saya, sedangkan kata aku tidak. Syahadat iman itu tidak ditujukan kepada Tuhan (hubungan vertikal) tetapi kepada manusia (hubungan horisontal) dihadapan orang lain, aku menyatakan iman kepercayaan. Sedangkan kata aku umumnya dipakai oleh seorang yang sudah akrab relationshipnya (hubungannya) dengan lawan bicaranya.
kata kami diucapkan oleh sekelompok orang. Bila kata kami diucapkan menunjukan yang mengucapkan kelompok/berkelompok, sehingga orang lebih berani mengucapkannya. Justru disini seseorang dituntut lebih berani menunjukan keberaniannya, sehingga kata aku bila diucapkan dalam syahadat akan menunjukan keberanian diri kita (pribadi).
Bila kita mengucapkan kata kita pada rumusan iman kita didepan orang lain, maka dianggap lawan bicara kita setuju, padahal belum tentu lawan bicara kita seorang yang seiman. Karena kita hidup ditengah-tengah kepercayaan yang lainnya. dengan mengucapkan aku dan bukan kita jelas sekali ditunjukan mana kepercayaanku itu.
Percaya akan Allah
kata percaya berarti mengakui sebagai benar. Percaya akan Allah berarti menerima Allah sebagai dasar dan tujuan hidup serta meneyerahkan sepenuhnya kepada kehendak-NYA.
yang kita percayai dalam syahadat iman alah Allah Tritunggal, Allah Bapa, Allah Putra, Allah Roh Kudus. Allah itu satu kodrat dan tetapi tiga pribadi.
Menyebut Allah Bapa
Yesus sendiri menyebut Allah itu Bapa (Mat 5:48; Mrk 14:36; Luk 23:46; Yoh 5:18), maka kita menyebutnya aku percaya akan Allah Bapa…..
Yesus juga mengajarkan kepada kita untuk berdoa kepada Bapa disurga (Mat 6:9). Hanya dalam iman Yesus Kristus, kita berani menyebut Allah itu Bapa.
Dengan menyebut Allah dengan Bapa yang ada disurga semakin jelaslah transendensi Allah, semakin jelaslah keagungan Allah bahwa ia berada di surga dan mengatasi segala ciptaan-Nya. Bapa inilah keistimewaan sebutan bagi Allah dari orang-orang Kristen, Allah itu sekaligus transenden dan imanen, agung sekaligus dekat dan memperhatikan manusia.
Kita menyebut gelar Allah sebagai Bapa (Mat 6:9), Mahakuasa (Ayb 37:23; Mat 26:64), Pencipta (Kej 14:19; Ayb 4:17; Rm 1:25) karena pada saat itu masyarakat Yahudi menganut paham patrilinial (garis keturunan menurut ayah). peranan Bapa menjadi penting dalam memegang kekuasaan baik yang menyangkut rumah tangga keturunan, harta warisan dsb. Maka gelar Bapa bagi Allah menunjukan kekuasaan Allah.
Gelar Mahakuasa,sangat eksplisit sekali disebutkan kekuasaan Allah melebihi segala kekuasaan apa saja yang ada di bumi, sebab ia maha kuasa. Pencipta, berarti Allah pencipta berkuasa atas segala ciptaan-Nya, dengan segala isi yang ada di langit dan bumi, dan semua bergantung kepada-Nya.

Dan akan Yesus Kristus, PutraNya yang tunggal, Tuhan kita
Nama Yesus diberikan oleh Yusuf sesuai dengan pesan malaikat Gabriel. Dan juga berarti Allah menyelematkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka (mat 1:21)
Yesus adalah Allah Putra yang menjelma menjadi manusia (bdk Yoh 1:2.14). kita tahu bahwa Yesus penyelamat dan Penebus kita. Maka bila ktia menyebut nama Yesus, berarti kita sadar dan percaya bahwaYesus adalah Penyelamat dan penebus dosa-dosa kita. Dosa adalah penghalang hubungan kita dengan Allah, maka dengan menebus dosa manusia, Yesus membina kembali hubungan manusia dengan Allah.
Yesus anak atau Putra Allah, pengertian anak bukan berarti Allah beranak secara Biologis. Sebab penggertian anak tidak harus mutlak berarti anak yang dilahirkan secara biologis, contoh sebutan anak tiri, anak murid, anak emas, anak asuh, dan lain sebagainya (yang mempunyai hubungan istimewa).
hanya ada satu Putra Allah Yang Tunggal (Yoh 1:14, 18:3, 16, 18). Hubungan yang dekat antara Yesus sebagai anak dengan Allah sebagai Bapa-Nya bisa kita lihat dalam kata-kata Yesus Sendiri “Aku dan Bapa adalah satu”. sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga dikerjakan Anak (Yoh 5:19). Barang siapa melihat Aku, Ia melihat Bapa (Yoh 14:9), Aku didalam Bapa dan Bapa di dalam Aku (Yoh 14;10).
Yesus Tuhan kita….., Yesus adalah Allah. Dapat kita lihat dalam :
• Yoh 1:1,
• Yoh 20:28,
• Tit 2:13
• 2Ptr 1:1
• 1Yoh 5;20
Walaupun Yesus adalah Allah, ia tidak sama dengan Allah Bapa. “Bapa lebih besar daripada Aku” (Yoh 14:28). Ke-Allah Yesus dirumuskan dalam syahadat panjang.
Yesus disebut Tuhan :
• Tuhan kita Yesus Kristus (lihat roma 5:1, 2 Ptr 1:16)
• Yesus Tuhan kita (lihat Rom 16:20, 1Tes 1:12)
• Tuhan Yesus Kristus (lihat Kis 15:11, Kis 16:31)
• Yesus Kristus Tuhan Kita (lihat 1Tes 5;28, 2Tes 3;18)
Allah sendirilah yang membuat Yesus menjadi Tuhan (lihat Kis 2:36). Yesus menjadi Tuhan karena Allah membangkitkan Dia dari maut dan mati. Gelar kyrios adalah gelar kehormatan yang menunjukan segi kekuasaan. Menurut orang-orang Kristen, Yesus adalah orang yang berkuasa atas hidup dan mati, ia adalah Tuhan diatas segala tuan.

Yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh perwan Maria.
Mary and Holy Spirit. IncarnatiionRoh Kudus adalah Pribadi ketiga dari Allah Tritunggal. Yesus dikandung dari Roh Kudus (lihat mat 1:18-20, Luk 1:35), berarti Yesus berasal dari Allah dan Yesus sungguh Allah. Ke-Allah itu nampak dalam sabda dan karyaNYA
“Sebelum Abraham jadi, aku telah ada (Yoh 8:58). Ya Bapa permuliakanlah Aku padaMU sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadiratMU sebebelum dunia ada (Yoh 17:5)
Yesus memulai karyanya juga membuat banyak Mujizat-mujizat, misalnya menyembuhkan orang lumpuh (Mat 9:1-8) orang tuli ( Mrk 7:31-37), orang sakit kusta (mat 8:1-4) dan juga Yesus membangkitkan orang mati, Lazarus (Yoh 11:1-44), Putri Yairus (Mrk 5:21-43), Putra janda Naim (Luk 7L11-17). kita tahu bahwa semua mukjizat itu adalah pekerjaan Allah yang dilakukan Yesus (lihat Yoh 5:19, Yoh 21:36).
Yang menderita sengsara dalam pemerintahan Ponsius Pilatus, disalibkan wafat dan dimakamkan,
Yesus menderita sengsara, seperti apakah derita sengsara Yesus? Sengsara yang diderita Yesus:
• Yesus di khianati oleh Yudas demi 30 keping perak
• Ditinggal sendirian di kebun Zaitun waktu mengalami sakrat maut.
• Tubuh-Nya didera/dicambuk
• Kepala-Nya dimahkotai Duri
• Memikul salibnya dari istana Pilatus sampe ke gunung Golgota
• Kaki-Nya dipaku
• Tangan-Nya dipaku
• Lambung-Nya dihunus tombak
• Walaupun Yesus tidak bersalah dijatuhi hukuman mati
Yesus di dera dan disiksaDidera sebelum disalib pada waktu itu menurut kebiasaan sebagai pesakitan pada umumnya, sebanyak tiga puluh sembilan kali dihukum cambuk tanpa berhenti, dimana ujung cambuk tersebut berlogam. Siksaan ini sangat mengerikan dan darah banyak yang keluar. Yesus dimahkotai duri. Mahkota duri yang dikenakan di kepala Yesus tentunya menusuk kulit kepala Yesus, sehingga banyak darah yang keluar.
Siapakah Ponsius Pilatus? Ponsius Pilatus adalah seorang bangsa Roma yang menjadi gubenur di Yerusalem. Ia diangkat oleh kaisar Tiberias (14-37M) dan memerintah dari tahun 26-36M. Ponsius Pilatus lah yang menuliskan “INRI” (Iesus Nazarenus Rex Iudaeorum) pada salib Yesus (Bdk Yoh 19L19-22). Yesus disalibkan sesuai dengan (Yoh 19:18) Benarkah Yesus sungguh mati di kayu salib? Dalam injil Yohanes bab 19 menceriterakan bahwa Yesus sungguh mati di kayu salib. Karena Yohanes melihat sendiri langsung Yesus mati di kayu salib. Sehingga Yohanes memberikan kesaksiannya dan kesaksian itu benar (Yoh 19:35, Yoh 21:24). Demikian pula para rasul, karena berkat karya anugerah Roh Kudus, para rasul berkotbah dan bersaksi tentang kematian Yesus (lihat Kis 3:12-15, Kis 5:29-32).
Arti pemakaman adalah merupakan akhir penampakan wajud manusia di dunia, dengan pemakaman, orang lain tidak bias melihat mayat yang dimakamkan. Ia mati dari pandangan orang lain. Jadi Yesus dimakamkan berarti bahwa Yesus sungguh mati sebagaii seorang manusia. Yesus dimakamkan sesuai dengan adat Yahudi, tetapi karena hari sabat, maka mayat Yesus tidak dimandikan sebagaimana mestinya, hanya diberi rempah-rempah harum dan minyak wangi (Luk 23:54), setelah itu mayat Yesus dibungkus dengan kain lenan dan dimasukan kedalam lubang (gua) dan ditutup dengan cara menggulingkan batu besar sebagai penutup lubang gua tersebut.

Yang turun ketempat penantian, pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati
Menurut pandangan orang Yahudi, alam terbagi menjadi tiga bagian, yaitu bumi, surga (diatas bumi) dan bawah bumi. Bumi berbentuk semacam piringan yang luas dan rata, serta berdiri tegak diatas tiang-tiang dan tiang-tiang tersebut berdiri diatas sebuah samudra luas yang mengelilinginya. Dibawah bumi ada tempat yang disebut Syeol (tempat penantian). Semua orang mati pasti mampir ketempat ini. Jadi tempat penantian adalah tempat semua orang mati berkumpul, baik yang telah berbuat baik maupun jahat. Di sanalah mereka menantikan kebangkitan dari Allah.
Yesus bangkit dari alam mautYesus turun ketempat penantian berarti Yesus menyampaikan kabar kebahagiaan dan kesalamatan bagi orang saleh yang telah hidup dan mati sebelum Yesus. Tetepi Yesus tidak tinggal ditempat penantian itu, karena Yesus telah dibangkitkan oleh Allah, sebab tidak mungkin Yesus tetap berada dalam kuasa maut (kis 2;24)
Pada hari ketiga bangkit diantara orang mati. Yesu wafat pada hari jumat sore, maka ia bangkit pada hari Minggu pagi (mat 28:1). Dan kebangkitan Yesus sesuai dengan sabda-Nya sendiri (mrk 9:31) dan kitab suci (luk 23:27, 1 Kor 15:4)
Yesus bangkit dari orang mati, berarti Yesus mengalahkan maut. Karena maut berasal dari Dosa (Rm 6:23), maka dengan kebangkitannya Yesus juga mengalahkan Dosa. Dengan mengalahkan mau dan dosa berarti Yesus menjadi Tuhan dan juruselamat kita. Karena Allah sendiri yang telah membuat Yesus menjadi Tuhan dan Kristus (Kis 2:36).

Yang naik kesurga, duduk disebelah kanan Allah bapa yang Mahakuasa.
Menurut pengertian orang Yahudi, surga terletak diatas bumi, dipisahkan oleh langit yang berbentuk setengah bola lingkaran. Disurga itulah Allah bertahta. Berarti ungkapan Yesus naik kesurga karena Yesus telah meyelesaikan tugasNYA di dunia ini, Yesus hidup bersama dengan Allah Bapa. Yesus naik kesurga setelah 40 hari dati kebangkitanNYA (Kis1:13). Tempat Yesus naik kesurga di Yerusalem, dengan disaksikan oleh para murid-muridNYA. Yesus duduk disebelah kanan Allah Bapa, artinya Yesus mengambil bagian dalam Kekuasaan Allah Bapa. Yesus menjadi penguasa dan Raja, sebab Ia adalaha Raja yang datang dalam nama Tuhan (Luk 19:39)

Dari situ ia kan datang mengadili orang hidup dan mati.
Yesus akan datang mengadili orang hidup dan mati, maksudnya ialah Yesus menjadi Hakim atas semua orang dari segala Zaman dan tempat. Kuasa ini diberikan oleh Allah (bdk Mat 28:18). Dimana Allah sendiri yang menentukan Yesus menjadi hakim atas orang hidup dan mati (Kis 10:42)

Aku percaya akan Roh Kudus,
Roh Kudus adalah Pribadi Allah ketiga.
Ia adalah Roh Penghibur yang berasal dari Allah Bapa dan Putra, namun yang berbeda dengan Allah Bapa dan Putra dalam tugas-Nya. Tugas-Nya mengajarkan sesuatu dan mengingatkan kita akan semua ajaran Kristus. (Yoh 14:26). Roh Kudus turun atas para rasul pada hari Minggu Pentakosta, di Yerusalem (Kis 2:1-5), 10 (sepuluh) hari setelah Yesus naik ke Surga, atau 50 (lima puluh) hari setelah Kristus bangkit (Paskah).
Kita percaya akan Roh Kudus, maka akibatnya kita Percaya akan Allah Tritunggal, Percaya bahwa Gereja dibimbing oleh Roh Kudus sehingga iman, pengharapan dan kasih didalam Gereja tidak hilang (padam dan musnah), Percaya akan adanya penyelenggaraan Ilahi dalam hidup ini.
Roh Kudus memberikan kepada kita 7 (tujuh) karunia (Yes 11:2)
• Kebijaksanaan
• Pengertian
• Pengetahuan
• Nasihat
• Kekuatan
• Kesalehan
• Takut akan Allah

Gereja katolik yang Kudus, persekutuan para kudus
Kata Gereja dalam Bahasa Yunani (eklesia), sedang dalam bahasa latin (ecclesia), Bahasa Portugisnya (igreja) yang berarti kumpulan atau golongan. Jadi Gereja adalah kumpulan orang-orangb beriman kepada Yesus Kristus, yang dibaptis dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus dan meneruskan karya keselamatan Allah dalam dunia. Atau Umat Allah yang sedang berziarah di rumah Bapa. Umat Allah yang berziarah di rumah Bapa membutuhkan sebuah bangunan/gedung untuk berkumpul dan beribadat bersama, bangunan tersebut dinamakan gereja. Jadi :
– Gereja (G huruf besar) adalah umat Allah
– Gereja (g huruf kecil) bangunan tempat ibadat
Yang memimpin Gereja adalah Kristus sendiri (secara tidak kelihatan, tetapi secara duniawi (kelihatan) yaitu Paus dengan bantuan karunia Roh Kudus. Paus bertindak sebagai wakil Kristus di dunia sebagai pemimpin umat katolik sedunia. Petrus sebagai Paus pertama kali. “Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.” (Mat 16:18-19). Jadi dasar Gereja adalah Petrus dan para rasul lainnya.

Pengampunan Dosa,
Persekutuan para Kudus berarti semua orang beriman kepada Kristus dipersatukan oleh Roh Kudus menjadi umat Allah yang Kudus. Persatuan ini mencakup hidup di dunia dan akhirat, orang yang masih hidup dan yang sudah meninggal. Oleh karena itulah kita berdoa kepada Bapa di surga dengan pengantara para Kudus (santo-santa) dan kita mendoakan orang-orang yang sudah meninggal dunia.
Pengampunan dosa berarti dengan perantaraan Yesus Kristus, Allah membaharui hidup manusia yang lemah, yang tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Dengan pengampunan Dosa hidup berRAHMAT dipulihkan kembali dan hubungan dengan Allah dan sesama yang renggang bahkan putus karena dosa beratu juga bisa dipulihkan kembali.
Pengampunan Dosa sangat diperlukan karena dengan pengampunan dosa hidup berRAHMAT dan Persatuan dengan Allah dan sesama kita dipulihkan kembali, selama belum ada pengampunan dosa, hubungan kita dengan Allah dan sesama masih tetap renggang atau bahkan terputus.

Kebangkitan badan,
Kebangkitan Badan berarti bahwa manusia yang percaya kepada Yesus Kristus akan bangkit bersamaNYA dan hidup bersamaNYA dalam kemuliaan Bapa. Pada saat dibaptis kita telah bersatu dengan Yesus yang telah wafat dan pada saat mati, kita akan ikut bersama Kristus yang telah bangkit (Kol 2;12: 2Kor 4:14)
Kebangkitan Badan kehidupan kekal
Kehidupan kekal.
Hidup kekal berarti hidup bersatu dengan Allah dalam kebahagian dan kesempurnaan selama-lamanya. Kehidupan tiu terlepas dari ruang, waktu dan unsur. Tidak ada jangka waktu untuk hidup dan tidak perlu gerek atau tenaga untuk hidup

Amin.
Amin adalah suatu seruan tanda setuju yang berarti demikianlah hendaknya. Kata amin pada akhir syahadat iman atau doa-doa kita berarti kita setuju terhadap apa yang telah kita ucapkan.

Sejarah Syahadat

Saat Yesus wafat, bangkit dan naik ke Surga, Yesus tidak meninggalkan satu dokument apapun mengenai syahadat yang dijadikan pegangan para rasul, tetapi Yesus tidak membiarkan para rasul bingung, Ia mengutus Roh Kudusnya (Kis 2:1-13). Roh Kudus inilah yang mengajarkan segala sesuatu kepada para rasul dan mengingatkan mereka semua apa yang telah Yesus Katakan kepada mereka (Yoh 14:26). Dengan daya Roh Allah/Roh Kudus inilah para rasul berani mewartakan Kristus, sehigga jumalah orang yang dibaptis semakin banyak (Kis 2:41.47;6:7)

Ajaran kristen berkembang pesat sesudah kaisar Konstantinus mengijinkan orang Kristen beribadat dengan bebas, tanpa ketakutan akan ancaman masuk penjara dan dibunuh. Seiring dengan perkembangan itulah, muncul orang-orang Kristen yang mempunyai pandangan-pandangan sendiri, yang berbeda, bahkan ada yang bertentangan dengan Yesus Kristus dan Roh Kudus. Akibat dari itulah diperlukan satu ajaran yang orotodoks dan resmi untuk melawan ajaran-ajaran sesat tersebut.

Perjalanan karya Roh Kudus kepada Gereja untuk melawan ajaran-ajaran sesat (bidaah).

Ajaran sesat Arian (arianisme)

Arius, adalah seorang imam Aleksandria. Ia mengajarkan bahwa Yesus bukanlah Tuhan Allah Sejati. ia menyangkal keilahian Yesus. Untuk melawan ajaran sesat ini diadakan konsili ekumenis pertama, yaitu konsili Nicea I tahun 325.

Syahadat Kaesarea

Syahadat ini dianjurkan oleh Eusebius dari Kaesarea dalam konsili Nicea I, karena syahadat iman ini juga dipakai dalam Gerejanya berikut isi syahadat dari Kaesarea :

“kami percaya akan satu Allah,
Bapa yang mahakuasa,
Pencipta hal-hal yang kelihatan dan tak kelihatan:

Dan akan satu Tuhan Yesus Kristus,
Sang Sabda dari Allah,
terang dari terang,
hidup dari hidup,
Putera Allah yang Tunggal,
yang pertama lahir dari ciptaan,
dilahirkan dari Bapa,
sebelum segala abad,
segala sesuatu dijadikan oleh-NYA,
Ia menjadi daging untuk keselamatan kita,
dan hidup di antara manusia,
dan menderita,
dan bangkit lagi pada hari ketiga,
dan naik kepada Bapa,
dan datang lagi dalam kemuliaan,
untuk mengadili orang hidup dan mati;
kami percaya pula akan satu Roh Kudus.”

Syahadat Eusebius kalau kita lihat memang ortodoks, sesuai dengan ajaran Gereja , Tetapi Syahadat ini tidak secara eksplisit melawan bidah Arianisme (ajaran Arius). Oleh karena itu, konsili memakai syahadat Eusebius sebagai dasar pembicaraan saja, lalau mengusulkan perbaikan, dengan penambahan-penambahan pada syahadat dari Kaesarea. berikut bunyi dari rumusan Konsili Nicea I ini yang tampak dalam rumusannya tentang Yesus Kristus :

“Kami percaya akan satu Allah,
Bapa yang Mahakuasa,
pencipta segala Sesuatu,
yang kelihatan dan tak kelihatan,

Dan akan satu Tuhan Yesus Kristus,
Putra Allah,
dilahirkan dari Bapa,
satu-satunya yang dilahirkan,
dari hakikat Bapa,
Allah dari Allah,
Terang dari terang,
Allah benar dari Allah benar,
dilahirkan, bukan dijadikan,
sehakikat degan Bapa,
segala sesuatu dijadikan Oleh-NYA,
segala sesuatu di surga dan segala sesuatu di bumi,
turun (dari sorga) untuk kita manusia,
dan untuk keselamatan kita,
dan menjadi daging,
menjadi manusia,
menderita,
dan bangkit pada hari ketiga,
naik ke surga,
dan untuk mengadili orang hidup dan mati.

dan akan Roh Kudus.

dan mereka yang berkata “ada saat Dia tidak ada”‘,
dan”sebelum dilahirkan Dia tidak ada”,
bahwa” Ia menjadi ada dari yang tidak ada”,
atau mereka yg mengatakan bahwa Anak Allah adalah
“dari substansi atau esensi lain”,
atau “diciptakan”,
atau “dapat berganti”‘,
atau “dapat berubah”‘,
merekalah yang dikutuk oleh gereja katolik dan Apostolik.”

syadat perbaikan tersebut diatas selanjutnya disebut Syahdat dari Nicea.

Ajaran sesat Macedonius

Ajaran Macedonius melawan menyangkal keilahian Roh Kudus, sehingga diperlukan pertian khusus, terutama dibahas pada konsili Konstantinoel, tahun 381, diselenggarakan untuk melawan Bidaah Macedonius ini, berikut bunyi keputusan sidang di konsili Konstantinopel tentang syahadat.

“Kami percaya akan satu Allah,
Bapa yang Mahakuasa,
pencipta langit dan bumi,
dan segalasesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan;

Dan akan satu Tuhan Yesus Kristus,
Putra Allah yang Tunggal,
dilahirkan dari Bapa,
sebelum segala abad,
Terang dari terang
Allah benar dari Allah benar,
dilahirkan,
bukan dijadikan,
sehakikat dengan Bapa,
segala sesautu dijadikan oleh-Nya,
yang turun dari sorga untuk kita manusia,
dan untuk keselamatan kita,
dan menjadi daging oleh Roh Kudus,
dari Perawan Maria,
dan menjadi manusia,
dan disalibkan waktu ponsius Pilatus,
dan sengsara,
dan dimakamkan,
dan bangkit pada hari ketiga menurut kitab suci,
naik ke surga,
dan duduk disisi kanan Bapa,
dan akan datang kembali dengan mulia,
dan untuk mengadili orang hidup dan mati,
Kerajaan-Nya tak akan berakhir;

Dan akan Roh Kudus,
Tuhan dan pemberi Hidup,
Yang berasal dari Bapa,
Yang bersama Bapa dan Putra disembah dan dimuliakan,
Yang bersabda dengan perantaraan para nabi:
Akan gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolic;

Kami mengakui satu pembaptisan,
akan pengampunan dosa,
Kami menantikan kebangkitan orang mati,
Dan hidup di akhirat.
Ajaran Sesat Nestorius

Nestorius adalah seorang uskup dari Konstantinopel. beliau mengajarkan bahwa Yesus memiliki 2 kodrat dan 2 pribadi, yaitu Allah dan manusia. Ajaran nestorius ini ditentang keras oleh Cyrilius seorang uskup dari Aleksandria. Konsili Efesus berhasil menyelesaikan perselisihan paham ini, dan mengutuk ajaran Nestorius dan membenarkan ajaran Cyrilius. Konsili Efesus ini menenkankan kesatuan Pribadi Yesus dan juga konsili ini menyetujui apa yang telah dirumuskan dalam konsili-konsili sebelumnya.

Ajaran Sesat Eutyches

Eutyches mengajarkan bahwa ke dua Kodrat Yesus itu, Allah dan manusia tercampur dan tek terbedakan. Untuk melawan ajaran Eutyches ini maka diadakanlah konsili Kalcedon, tahun 451. Konsili ini mengambil keputusan tegas untuk meyingkirkan semua ajaran sesat dan menegaskan kembali iman yang benar. Dimana konsili ini menegaskan bahwa kodrat keallahan dan kemanusiaan Yesus tetap terbedakan. Yesus sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia. Dalam konsili Kalcedon inilah secara resmi disahkannya syahadat iman, yang terkenal dengan Syahadat Niceani atau lebih dikenal dengan Syahadat Nicea-Konstantinopel (syahadat panjang). tapi nama resminya adalah syahadat Niceani

“Kami (Aku) percaya akan satu Allah,
Bapa yang Mahakuasa,
pencipta langit dan bumi,
dan segala sesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan;

Dan akan satu Tuhan Yesus Kristus,
Putra Allah yang Tunggal
Ia lahir dari Bapa,
sebelum segala abad,
Allah dari Allah,
Terang dari terang
Allah benar dari Allah benar,
Ia dilahirkan, bukan dijadikan,
sehakikat dengan Bapa,
segala sesuatu dijadikan oleh-Nya,
Ia turun dari sorga,
untuk kita manusia,
dan untuk keselamatan kita,
dan Ia menjadi daging oleh Roh Kudus,
dari Perawan Maria,
dan menjadi manusia,
Ia pun disalibkan untuk kita
waktu Ponsius Pilatus.
Ia wafat kesengsaraan dan dimakamkan,
pada hari ketiga Ia bangkit,
menurut kitab suci.
Ia naik ke surga,
duduk disisi kanan Bapa,
Ia akan datang kembali dengan mulia,
mengadili orang hidup dan yang mati,
Kerajaan-Nya tak akan berakhir;

Kami (Aku) percaya akan Roh Kudus
Ia Tuhan yang menghidupkan
Ia berasal dari Bapa dan Putera,
Yang serta Bapa dan Putera,
disembah dan dimuliakan.
Ia bersabda dengan perantaraan para nabi,

Kami (Aku) percaya akan gereja,
yang satu, kudus, katolik dan apostolic.
Kami (Aku) mengakui satu pembaptisan,
akan pengampunan dosa.
Kami (Aku) menantikan kebangkitan orang mati
dan hidup di akhirat
amien

Ada penambahan pada rumusan “Allah dari Allah” sebelum terang dari terang (diambil dari konsili Nicea) dan penambahan “Putra” pada rumusan “Ia berasal dari Bapa” pada bagian rumusan tentang roh Kudus, terjadi sejak Konsili Toledo tahun 589, berikut hasil akhir dari Syadat Panjang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 25, 2012 by in Doa, Kitab Suci, Magisterium, Sejarah Gereja.